Sabtu, 13 Oktober 2012

PERANAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA


PERANAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA
Oleh: Enjen Zaenal Mutaqin (TH VI A )
السلام عليكم  ورحمة  الله  بركاته
الحمد الذى جعل الفتى قوة شديدة الصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه  ومن تبع رسالته . اما بعد
Rasa syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT., yang  senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-Nya, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat dipertemukan dan berkumpul dalam satu majlis yang penuh berkah mudah-mudahan kehadiran kita senantiasa mendapatkan ridha Allah SWT. Rahmat dan keselamatan kita sanjungkan ke pangkuan baginda junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. yang kita nanti-nantikan syafaatnya pada hari kiamat. Amin.
Hadirin wal hadirat, generasi muda harapan bangsa.
Masa muda adalah masa yang penuh dengan harapan, sarat dengan cita-cita dan penuh romantika kehidupan yang sangat indah. Keindahan masa muda dihiasi dengan bentuk fisik yang masih kuat, berjalan masih cepat, pendengaran masih kuat, pikiran masih cermat, kulit wajah indah mengilat, walaupun banyak jerawat, tapi tidak gawat karena masih ada obat di took-toko terdekat. Karena itu pantas jika para pemuda merupakan salah satu penentu maju atau mundurnya suatu Negara. Sebab terbukti sejak dulu kala, sekarang, dan yang akan datang sesuai fitrahnya pemuda merupakan tulang punggung Negara, penerus estapeta perjuangan terhadap bangsanya.
Seringkali kita dapati dalam banyak artikel, bahwa pemuda mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembangunan bangsa dan agama. Mereka adalah harapan bangsa yang akan berjuang demi masa depan Negara yang lebih cerah. Mereka juga diwaktu yang sama adalah tumpuan agama yang akan berjuang demi kejayaan Islam dimasa yang akan datang. Kita semua maklum bahwa masa depan bangsa dan agama ditentukan oleh pemuda masa kini, شبان اليوم رجال الغد, young today is Leader Tomorrow, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Bagaimana keadaan bangsa ini 10, 20, 30 tahun yang akan datang, jawabannya ada ditangan pemuda-pemuda hari ini, kalau pemudanya baik, maka baiklah bangsa ini, kalau pemudanya rusak maka wallahu A’lam.
Hadirin para pemuda yang kami hormati
Mengingat betapa pentingnya pemuda terhadap umat ini, maka peranan generasi muda dalam pembangunan bangsa adalah tema yang akan kita bicarakan pada kesempatan ini, dengan landasan surat an-Nisa ayat 9:
|·÷uø9ur šúïÏ%©!$# öqs9 (#qä.ts? ô`ÏB óOÎgÏÿù=yz Zp­ƒÍhèŒ $¸ÿ»yèÅÊ (#qèù%s{ öNÎgøŠn=tæ (#qà)­Guù=sù ©!$# (#qä9qà)uø9ur Zwöqs% #´ƒÏy  
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”
Hadirin, ayat tersebut diawali dengan kalimat ·÷uø9ur kita kaji lebih dalam secara semantic: istinbatnya ·÷uø9ur adalah shigat amar , kaidah mengatakanللوجب    الاصل فى الامرpada asalnya suatu perintah adalah wajib, oleh karena itu wajib kepada kita, saya, saudara dan kita semua merasa takut jika meninggalkan anak-anak, keturunan, dan generasi-generasi yang lemah. Berkaitan dengan masalah tersebut imam Ibnu katsir menjelaskan, bahwa Sababun Nuzul ayat tersebut berkenaan dengan munculnya pertanyaan dari Sa’ad bin Abi Waqas kepada Rasul tatkala Abi Waqas menjelang wafat. Seraya bertanya: “Ya rasul, aku ini memiliki harta yang banyak sementara pewarisku hanya seorang anak wanita, bolehkah aku bersedekah 2/3 nya ya Rasul?” Rasul menjawab: “Tidak boleh!”, “Setengahnya ya rasul?”, “Tidak boleh!”, “Bagaimana kalau 1/3 nya ya rasul?” Rasul menjawab: “1/3 itu sudah banyak.” Seraya beliau melanjutkan sabdanya: “Sesungguhnya apabila kamu meninggalkan ahli waris mu dalam keadaan mampu itu lebih baik daripada meninggalkannya dalam keadaan lemah tiada berdaya, sehingga menggantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain.”
Hadirin, lantas lemah apa yang harus kita takutkan? Prof.Dr.B.J.Habibi mengatakan: setidaknya ada lima kelemahan yang harus kita hindari, yakni lemah harta, lemah fisik, lemah ilmu, lemah semangat hidup dan yang sangat ditakutkan adalah lemah akhlak. Saudara-saudara! Jika lima kelemahan ini melekat pada generasi kita, saya yain mereka bukan sebagai pelopor pembangunan tapi menjadi virus pembangunan, penghambat pembangunan, bahkan penghancur pembangunan.
Padahal saudara-saudara di negri tercinta ini, sejarah membuktikan sejak tahun 1908 masa Kebangkit Nasional sampai menjelang detik-detik Proklamasi dikumandangkan berbagai ormas kepemudaan, seperti Persatuan Pelajar Stovia, Trikoro Dharmo, Jong Islamaiten Bond bahkan kita mengenal Budi Utomo tokoh muda yang kharismatik, mereka semua menjadi The Grand Old Man istilah Bung Karno, menjadi Stood Geber, bahkan menjadi The Foundating Father, pendiri, penggerak, yang mampu merebut kemerdekaan jika tanpa pemuda mustahil Indonesia ini merdeka. Demikian ungkapan kekaguman Bung Karno terhadap generasi muda kita yang diabadikan oleh perjuangan bangsa.
Sejarah tersebut mengajarkan kepada kita, kepada saya, kepada saudara-saudara pemuda saat ini dan para pemuda yang akan datang, agar memiliki semangat juang tinggi serta tanggung jawab yang penuh terhadap kelangsungan nusa, bangsa, dan agama yang kita anut ini. Sebab  شبان اليوم رجال الغد Young today is Leader Tomorrow, pemuda hari ini adalah jago-jagonya pemimpin dimasa yang akan datang. Karena itu saudara-saudara, Rasul mengingatkan “Pergunakanlah lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan”. Diantaranya شبابك قبل هرمك  masa muda mu sebelum datang masa tua mmu. Sebab kata William Sceaspeare: You for and hour you than for lover, masa muda mu Cuma satu jam kecantikanmu hanya setumbuh kembang. Makanya, If you sing before breakfast, You cry before night, jika kau menyanyi sebelum datangnya pagi maka kau akan menangis sebelum datangnya malam.
Timbul pertanyaan, bagaimana cara mengefektifkan waktu muda ini? Jawabannya adalah dengan melakukan aktivitas yang positif. Hal ini dipertegas Allah dalam Surat Taubah ayat 105:
È@è%ur (#qè=yJôã$# uŽz|¡sù ª!$# ö/ä3n=uHxå ¼ã&è!qßuur tbqãZÏB÷sßJø9$#ur ( šcrŠuŽäIyur 4n<Î) ÉOÎ=»tã É=øtóø9$# Íoy»pk¤9$#ur /ä3ã¥Îm7t^ãsù $yJÎ/ ÷LäêZä. tbqè=yJ÷ès? ÇÊÉÎÈ  
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Hadirin para pemuda yang kami cintai
Firman Allah tersebut mewajibkan kepada kita supaya giat bekerja. Menurut Imam Ali As-Shabuni dalam Shofwat At-tafasir kalimat #qè=yJôã$# adalah:
صيغة امر متضمنة للوعيد
Suatu instruksi yang mengandung sanksi”.
Ulama nahwu mengatakan maksud fi’il adalah:
مادل على حادث فى الحال والاستقبل

Dengan demkian dapat kita pahami apabila kita giat bekerja, rajin berusaha, dan gemar bramal artinya menuju masa depan yang cerah menjanjikan. Jika malas bekarja, enggan berusaha, dan tidak mau beramal artinya menuju masa depan yang suram dan mengenaskan. Sebab الكسل لايطعم العسل insan pemalas tidak akan merasakan manisnya madu, tapi akan tenggelam dalam pahitnya empedu. No again without a paint, tiada bahagia tanpa lembah derita, tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Kemalasan masa muda adalah kehancuran di masa tua.
Apa yang harus kita kerjakan? Dr. M. Sulaiman Al-Asqari dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir menjelaskan اعملوا ماشئتم  Bekerjalah sesuai skill dan profesi masing-masing. Oleh karena itu saya menghimbau terutama kepada generasi muda, setidaknya ada lima olah yang harus kita kerjakan. Yakni olah rasa agar iman melekat, olah rasio agar ilmu meningkat, olah raga agar badan sehat, olah usaha agar ekonomi kuat, dan olah kinerja agar produktifitas meningkat.
Hadirin kalau lima potensi  ini sudah melekat pada generasi muda kita, saya yakin generasi muda kita ini, akan menjadi penerus laku pemegang estafet perjuangan yang meraih prestasi gemilang dimasa yang akan datang. Untuk itu, marilah masa muda ini kita jadikan wahana untuk bekerja sesuai skill masing-masing.
Dengan demikian hadirin Islam tidak mengenal istilah pemuda penganggur, pemuda mejeng nyari mojang, pemuda nangkring inongkrong. Tetapi pemuda yang diinginkan oleh Islam adalah pemuda-pemuda yang agresif, inovatif, progresif, dan produktif. Orang Barat mengatakan: “Many great man started from the newspaper boys”. Banyak orang besar sukses mengawali karirnya hanya dengan berjualan koran, bukan jualan korannya, tetapi etos kerjanya yang harus kita teladani. Sebab lebih baik meneladani penjual Koran yang memiliki mental kerja yang tinggi daripada mencontoh oknum pegawai kantor, mental kerjanya kaya kolor, sebentar-sebentar bisa kendor, kemana-mana maunya naik motor, padahal kerjanya Cuma molor, disiplin hanya waktu dibagi honor. Kalau pemuda seperti ini mustahil menjadi pelopor melainkan jadi pengekor. Naudzu billahi min dzalika.
Oleh karena itu, sebagai calon-calon pemimpin bangsa mulai saat ini kita singsingkan tangan, langkahkan kaki kedepan bekerja, bekerja, dan bekerja. Jika sikap ini yang diaplikasikan oleh para pemuda kita, maka Allah menjamin keberkahan bagi bangsa kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-‘Araf ayat 96:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, tentulah kami bukakan baginya (pintu) rahmat dari langit dan bumi tapi mereka mendustakan (kebenaran), lalu kami adzab mereka karena perbuatnya.”
Hadirin yang dimulyakan Allah
Demikian jaminan Allah tersebut berupa Negara yang barakah akan dilimpahkan, apabila pemuda-pemudi bangsa kita beriman dan bertaqwa banyak melakukan kebaikan, jauh dari kenakalan remaja, dan tidak terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkotika. Amin.
Dengan demikian dari uraian ini dapat disimpulkan, bahwa pemuda merupakan tulang punggungnya bangsa dan agama, Indonesia bisa merdeka, Islam bisa bertahan hingga sekarang ini karena jasa-jasanya para pemuda pendahulu kita. Oleh karena itu, dalam rangka mengisi kemerdekaan, untuk meningkatkan harkat dan derajat umat Islam saat ini. Pemuda harus memiliki iman, ilmu, dan semangat kerja yang tinggi.
Jika sikap ini yang diaplikasikan, saya yakin Indonesia akan menjadi Negara yang subur, makmur serta berada dalam maghfirah Allah SWT. Amin. Itulah yang dapat kami sampaikan, akhirul kalam:
والسلام عليكم ورحمة الله بركاته

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar